Mendengar kata teknologi tidak akan luput dari kebutuhan manusia, malahan bisa saja kita sebut sebagai kebutuhan pokok manusia. Teknologi telah menjadi makanan sehari-hari untuk semua kalangan. Hampir semua umur, jabatan dan golongan menggunakan teknologi setiap hari.
Menurut Martin (1999) teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer saja yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah hadir sejak berabad-abad lamanya, semenjak manusia diciptakan di muka bumi ini. Namun berbeda dengan sekarang, dulu manusia menggunakan TIK sebagai alat komunikasi antar sesama manusia melalui simbol-simbol dan isyarat.
Alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi sebelum berkembangnya teknologi ialah batu, kulit hewan, tanah liat dan kulit kayu. Adapun karakteristik dari alat komunikasi tersebut ialah informasi menyebar dengan lamban dan kurang efektif. Sehingga memungkinkan informasi tidak akan terkirim dalam kurun waktu cepat.
Namun, seiring berkembangnya zaman membuat teknologi semakin efektif dan efisien serta komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Jauhnya jarak dan waktu yang sangat lama tidak menjadi alasan untuk sulit berkomunikasi antar sesama manusia. Dengan TIK segala kendala akan menjadi mudah teratasi. Beberapa contoh pemanfataan TIK diantaranya ialah e-commerce, e-learning, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya.
Tidak hanya itu manfaat internet bila dilihat melalui bidang tertentu sangatlah penting, yaitu : Bidang Ekonomi, Bidang Hukum dan Keamanan, Bidang Kesehatan, Bidang Media dan Budaya, Bidang Politik dan Pemerintahan, Bidang Pendidikan dan bidang lainnya.
Di dalam setiap bidang sudah tentu ada peranan TIK tertentu menjadikannya penting bagi bidang tersebut. Bila dilihat dalam kurun waktu 10 tahun kebelakang TIK telah merebak luas ke berbagai konsumen dan gunakan untuk semua bidang, salah satunya ialah bidang pendidikan.
TIK telah menjadi bagian penting bagi bidang pendidikan untuk membantu kegiatan belajar menjadi maksimal baik itu untuk siswa dan mahasiswa. Perbedaan pendidikan 10 tahun kebelakang dengan sekarang sangat mudah kita rasakan dan bisa kita lihat dikalangan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Jika dilihat dari sudut pandang teknologi, tentu banyak manfaat yang kita dapatkan dibidang pendidikan.
Apalagi dengan munculnya raksasa mesin pencari informasi pada tahun 1999 secara gratis di dunia yaitu Google, menjadikan dunia seakan tidak ada batasan dan ilmu pengetahuan seakan mudah kita dapatkan, seakan-akan semua apa yang kita butuhkan ada di mesin pencari ini. Hadirnya mesin pencari ajaib ini membuat jumlah penggunaan TIK terhadap masyarakat terus meningkat untuk setiap tahunnya seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, khususnya untuk para pelajar.
Dibidang pendidikan pada tahun ajaran 2006/2007-2008/2009, terjadi peningkatan jumlah mahasiswa aktif dalam bidang TIK terutama mahasiswa program diploma D3 dan Sarjana S1 dengan presentasi peningkatan sebesar 1,13 %.
Di bidang pendidikan sudah banyak usaha pemerintah dalam melaksanakan Pembukaan UUD 1945 di Alenia ke-4 ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Usaha pemerintah terutama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bisa kita rasakan saat ini melalui produk/program belajar dan event-event yang telah diberi kepada para pelajar.
Kemdikbud dalam mengembangkan pendidikan dalam bidang TIK tentu tidak lepas dari bagian Pustekkom (Pusat Teknologi dan Komunikasi). Pustekkom merupakan pengembahan dari Kemdikbud yang meningkatkan dunia pendidikan secara nyata dalam bidang teknologi. Banyak sudah produk Pustekkom yang diciptakan dalam menunjang pendidikan Indonesia, antara lain : Rumah Belajar, TV Edukasi, Radio Suara Edukasi, m-Edukasi, BSE dan lain-lain.
Melalui beberapa produk dari Pustekkom, banyak manfaat yang kita dapat dalam belajar. Berikut adalah manfaat TIK dibidang pendidikan dalam belajar sehari-hari :
- Pelajar akan lebih mudah dan terjangkau dalam mengakes informasi tentang ilmu pengetahuan.
- Mempermudah pelajar untuk saling berbagi informasi kepada pelajar lain.
- Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
- Pembelajaran tidak harus bertatap muka secara langsung di tempat karena berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference semua dapat dilakukan secara online (tanpa bertatap muka).
- Mempermudah pelajar dalam melakukan penelitian untuk menemukan hal-hal baru.
- Meningkatkan kemampuan pelajar dalam menciptakan alat dan teknologi baru.
- Pelajar tidak harus banyak membawa buku untuk belajar karena melalui TIK belajar akan menjadi lebih mudah.
Salah satu produk dari Pustekkom ialah m-Edukasi (Belajar cepat tanpa sekat). M-Edukasi atau mobile edukasi yaitu salah satu web sumber belajar yang diliris oleh Badan Pengembang Multimedia Pendidikan (BPMP) salah satu unit pelaksana teknis yang berada di bawah Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Departemen Pendidikan Nasional dalam naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
M-Edukasi memiliki slogan belajar cepat tanpa sekat. Dari slogan tersebut mempunyai arti bahwa belajar tidak membutuhkan waktu, tempat, suasana yang terbatas, semua kendala dalam belajar akan menjadi lebih mudah dan terjangkau.
M-Education dikembangkan sebagai media pembelajaran yang mandiri dan produktif.Produk ini memberikan fasilitas Aplikasi Mobile Learning (AMO),Aplikasi Tryout Ujian Nasional (ATUN)dan Aplikasi Teaching Aids (ATA).
Semua aplikasi di atas merupakan jalan pintas yang digunakan Pustekkom untuk menunjang pendidikan TIK berbasis multimedia pembelajaran serta memberikan peluang dan kesempatan bagi pelajar mencari ilmu dengan efektif dan efisien.
Banyaknya produk-produk yang telah dihadirkan Pustekkom dalam bidang pendidikan tentu tidak lepas dari masalah dan kerugian tertentu, antara lain :
- Hadirnya teknologi membuat pelajar akan bosan membaca buku-buku pembelajaran sehingga banyak buku yang akan terbengkalai dan tidak terurus.
- Pelajar akan mudah mengakses situs-situs terlarang yang berbau hal-hal yang tidak baik.
- Pelajar akan mudah terlalai dengan teknologi seperti internet sehingga ia keasikan dan lupa untuk belajar.
- Kurangnya pengetahuan pelajar dalam mengaplikasikan teknologi serta kondisi ekonomi menjadi penyebab utama.
- Rendahnya tingkat pendidikan tenaga ahli dibidang TIK seperti tenaga pengajar sehingga kualitas pengajar masih minim dan membosankan bagi pelajar.
Dari penjelasan yang telah dipaparkan sudah tentu itu telah menjadi hambatan media pendidikan Indonesia. Untuk itu kita memerlukan cara dalam mengatasinya agar media pendidikan menjadi lebih maju. Berikut merupakan gagasan hasil pemikiran yang dapat saya tuangkan untuk permasalahan di atas, antara lain :
- Mengoptimalkan penggunaan TIK dengan buku-buku pembelajaran bagi pelajar sehingga tidak akan ada buku yang terbengkalai.
- Meningkatkan keamanan pelajar dalam mengakses situs-situs yang berbahaya.
- Melakukan penyuluhan,seminar dan workshop kepada setiap lembaga pendidikan tentang ilmu pengetahuan dan peningkatan TIK.
- Meningkatkan kualitas tenaga ahli dibidang TIK dengan melakukan pelatihan, seminar dan lain-lain.
- Memberikan kesempatan kepada setiap pelajar dalam mencoba/mempraktekkan TIK untuk meningkatkan paham tentang teknologi.
- Memberikan fasilitas teknologi disetiap lapisan pendidikan seluruh Indonesia sehingga semua kalangan pelajar dapat merasakan apa itu teknologi.
Walaupun banyak produk yang telah dibuat pemerintah untuk keamanan dan kenyamanan TIK dikalangan pelajar seperti Internet Positif dari Kominfo yang bertujuan untuk mencegah pembukaan situs-situs terlarang dan tidak layak diakses.
Program Internet Sehat yang bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna internet secara kriteria umur dan profesi namun kita masih membutuhkan peran kerja sama antar pemerintah dan masyarakat untuk menggunakan TIK dalam belajar sehari-hari sehingga menjadi lebih modern dan berilmu pengetahuan yang tinggi serta terwujudnya cita-cita bangsa sesuai isi dalam pembukaan UUD 1945 Alenia ke-4 “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Sumber referensi:
Komentar
Posting Komentar